Muhamad Reyhan, bayi lelaki berusia 3 minggu asal Kampung Kadu sabrang, Kecamatan Cikupa, Kabupaten Tangerang, mengeluarkan darah dari matanya ketika menangis. Hal itu terjadi selang beberapa hari setelah Reyhan dilahirkan.
"Saya kaget ketikan baju Reyhan berdarah. Darah itu berasal dari matanya," ujar Siti, ibu Reyhan
Siti dan suaminya, Andri mengaku tak mampu berbuat banyak untuk menyembuhkan Reyhan. Apalagi, penghasilan Andri, yang bekerja sebagai buruh serabutan tak menentu.
"Jangankan ke rumah sakit. Untuk makan sehari-hari saja susah," terang Siti.
Reyhan, ungkap Siti, sebetulnya pernah dibawa ke klinik setelah mendapat pinjaman uang Rp200 ribu dari tetangganya. "Kata dokter klinik ada infeksi di mata Reyhan. Harus diberi obat tetes selama 12 hari," jelasnya.
Siti pun berharap Pemerintah Kabupaten Tangerang dan donatur dapat membantu pengobatan Reyhan. Pasalnya, hingga detik ini kondisi Reyhan semakin mengkhawatirkan dan harus segera dilarikan ke rumah sakit.
Muhammad Rehan, balita berumur 3 minggu, Warga Kedu Sabrang, Rt 3 RW 02, Cikupa, Kabupaten Tangerang, Banten, sudah 5 kali mengeluarkan air mata darah.
"Sudah 5 kali keluar darah," ujar Siti Muamalah, ibunda Rehan, kepada Okezone, ditemui di RSU Tangerang, Senin (14/11/2011).
Ditambahkan Muamalah, Rehan hanya mengeluarkan air mata darah jika sedang menangis kencang dan histeris. Sedang jika biasa-biasa saja, air mata darahnya tidak keluar.
Hingga kini, Rehan masih mendapatkan pemeriksaan di laboraturium Rumah Sakit Umum (RSU) Tangerang. Sebelumnya, Rehan sempat dibawa ke poliklinik anak dan mata untuk menjalani pemeriksaan kesehatan awal.
Berdasarkan pengamatan di lokasi, Rehan menjalani pemeriksaan dengan ditemani ibu, neneknya, Aisyah dan kakaknya. Seperti diberitakan sebelumnya, anak pasangan Andri Rianto dan Siti Muamalah ini, mulai mengeluarkan air mata darah sejak 26 Oktober 2011.
Hingga kini, dokter RSU Tangerang, masih belum bisa menyebutkan secara pasti sebab keluarnya air mata darah Raihan. Namun, diduga air mata darah Rehan keluar karena infeksi.